Tampilkan postingan dengan label Tangisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangisan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2019

PUISI UNTUK SEBUAH PENANTIAN AKAN KEPERGIAN "MENATAP SENJA"


Menatap Senja
Oleh. Rekolanus Roli

Kuingin menatap Senja…
Agar aku bisa mengerti arti kamu yang sesungguhnya.
Bisa tau apa yang menjadi mau dan maksudnya hatimu.
Bisa paham dengan apa yang menjadi alasanmu.
Meski sebenarnya aku tahu bahwa senja akan menghilang.

Aku hanya ingin memandang senja lebih lama…
Agar kau tau aku masih ditempat penantian menunggumu.
Menunggu kamu yang tidak mungkin kembali.
Menunggu kamu yang telah menghilang.
Menunggu kamu yang bahkan tidak mau tahu dengan rindunya hati ini.

Aku ingin menatap senja lagi…
Lagi… Lagi… Dan lagi…
Aku tidak pernah bosan…
Karena yang aku tahu, senja akan menghilang.
Namun, sang fajar akan memupuk satu harapan.

Aku ingin menatap senja…
Untuk menghilangkan penat, yang telah Lelah terluka.
Mungkin, aku juga belum siap…
Tapi senja telah terburu pergi.
Malang, Mei 2019

Selasa, 18 April 2017

KEHIDUPAN ALAM

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
       TANGISAN SANG ALAM
           Oleh Rekolanus Roli
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Rintik hujan pagi hari...
Sirami jutaan penghuni Bumi...
Dengan berlipat harap dan mimpi...
Seraya sejuk embun pagi menusuk sampai tulang dan jiwa mati...
Mengingatkan akan alam yang semakin sunyi...
Menjadikan peri padi merana dan sendiri...
Tiada kicauan burung...
Tiada pula gemericik air yang bening...
Hanya tampak kehidupan kumuh bermandi sungai yang keruh...
Hanya terdengar tangisan alam yang semakin menjadi...
Berdoa berharap pada Tuhan menghukum kecongkakan dunia...
Oh... Alam telah murka...
Sanggupkah manusia menahannya?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
                        Malang, 19 April 2017
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖