Mengerti sastra adalah ciri khas penulis kreatif. Puisi adalah caraku menyampaikan rasa ketika mulutku terkunci. Pecinta sastra silahkan baca dan jangan lupa berikan komentar yang membangun agar setiap puisi dalam blog ini semakin baik, harapan kumpulan dalam buku "Antalogi Puisi". Bagi yang ingin membagikan isi dari Blog ini harus diserta tulisan "Disadur dari www.Puisirekolanusroli. blogspot. com " dan dengan tag: #Sastra, #Puisi, dan #Syair #Rekolanus_Roli" Selamat membaca..
Sabtu, 11 Mei 2019
PUISI RINDU UNTUK KENANGAN "HEI SENJA"
Sabtu, 22 April 2017
MEMPERINGATI HARI BUMI
Jauh di bawah aku menyaksikan tangisan semesta...
Yang seolah sedih melihat bumi yang semakin menua...
T'lah terdengar pula rintihan alam yang terbuka...
Jeritan kesengsaraan akan hidup yang tiada berapa lama...
Tanah subur kini telah kering tiada berair...
Hutan rimbun kini telah rata berganti bangunan pencakar...
Sungai-sungai jernih kini telah mengalir bersama racun pemusnah...
Kicauan burung kini telah berganti tangisan sang sulung...
Alam yang damai kini telah terberai...
Wahai manusia, tanam kembali asa Semesta yang kau sita...
Terkadang semesta juga menangis...
Menyaksikan manusia berbuat semena-mena...
Tiada takut akan karma yang menimpa...
Teknologi kini meramal usia bumi tiada lama lagi...
Dimana langkah sigap untuk mencegah?
Tiada yang tahu...
Haruskah kita terpana nenunggu hancurnya dunia...
Ohhh...
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi Tuhan akan murka?
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi kita akan musnah?
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi karma menimpa?
Malang, 23 April 2015
Selasa, 18 April 2017
KEHIDUPAN ALAM
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
TANGISAN SANG ALAM
Oleh Rekolanus Roli
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Rintik hujan pagi hari...
Sirami jutaan penghuni Bumi...
Dengan berlipat harap dan mimpi...
Seraya sejuk embun pagi menusuk sampai tulang dan jiwa mati...
Mengingatkan akan alam yang semakin sunyi...
Menjadikan peri padi merana dan sendiri...
Tiada kicauan burung...
Tiada pula gemericik air yang bening...
Hanya tampak kehidupan kumuh bermandi sungai yang keruh...
Hanya terdengar tangisan alam yang semakin menjadi...
Berdoa berharap pada Tuhan menghukum kecongkakan dunia...
Oh... Alam telah murka...
Sanggupkah manusia menahannya?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Malang, 19 April 2017
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
