Mengerti sastra adalah ciri khas penulis kreatif. Puisi adalah caraku menyampaikan rasa ketika mulutku terkunci. Pecinta sastra silahkan baca dan jangan lupa berikan komentar yang membangun agar setiap puisi dalam blog ini semakin baik, harapan kumpulan dalam buku "Antalogi Puisi". Bagi yang ingin membagikan isi dari Blog ini harus diserta tulisan "Disadur dari www.Puisirekolanusroli. blogspot. com " dan dengan tag: #Sastra, #Puisi, dan #Syair #Rekolanus_Roli" Selamat membaca..
Sabtu, 11 Mei 2019
PUISI RINDU UNTUK KENANGAN "HEI SENJA"
Kamis, 19 Juli 2018
PUISI BUAT HATI YANG TERLUKA
PUISI "TERLUKA"
karya. Rekolanus Roli
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Wahai sang Fajar, sebelum bersinar.
Tolong sampaikan kepada luka.
Jangan pernah datang pada hati ini
Bukan karena apa, tapi...
Karena hati ini sangat rapuh.
Itu buruknya hati ini, takut terluka.
Sehingga tiada kata untuk berdamai dengan rasa.
Lantas...
Harus sampai kapan luka datang tanpa diundang.
Katanya hidup menurut pilihan...
Tapi kenapa aku tidak bisa memilih untuk tidak terluka.
Bukankah itu hanya bahasa kiasan semata.
Tanpa ada makna yang mengartikan keberuntungan.
Bukanlah sebuah pilihan, tapi garis takdir.
Ya, garis traktir untuk terluka. Ataukah...
Sebuah Karma masa lalu.
Ahhh sudahlah...
Jika itu sebuah hobi, maka teruskanlah.
Sampai hati ini benar-benar mati.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Malang, 20 Juli 2018
Rabu, 06 Juni 2018
PUISI KETIKA TERINGAT MASA SEKOLAH
PUISI "KERTAS PUTIH"
By. Rekolanus Roli
===========================
Kisahan masa lalu...
Telah terlampir dalam diary.
Tergambar jelas canda tawa yang penuh warna.
Terukir sebuah kesan yang indah.
Kenangan kisah sekolah.
Hanya diingat tak lagi dirasa.
Kugoreskan tinta hitam...
Aku rangkai 1000 kata...
Aku susun ratusan kalimat...
Ku bentuk puisi indah.
Hingga tersyair...
Mengingat kisah lalu.
Terkenang kembali...
Rupa dan warna semua teman.
Teringat lagi...
Senyum dan sabar semua guru.
Aku tulis...
Semua dalam lembaran kertas putih.
===========================
Ketapang, 18 Juni 2016
PUISI SEBUAH ASA TENTANG CINTA
PUISI "ASA CINTA"
By. Rekolanus Roli
===========================
Perihnya kasih luka di hati ini...
Sakit sayang sembilu dibatin ini...
Sayap malaikat ini telah patah.
Tiada bisa menjagamu di kejauhan sana.
Aku disini untuk setia...
Aku Pergi mengejar diri dalam mimpi...
Mungkin lebih 1000 hari...
Tiada kulihat senyum nyata mu...
Adakala aku merasa...
Sebuah cinta timbulkan dusta. sebuah rindu timbulkan luka.
Tolonglah pahami aku...
Seperti aku pahami kamu.
Tunggulah aku...
Seperti aku yang selalu rela menunggumu.
Kulepaskan cinta ini terbang...
Mencari hati yang hilang.
Menyusuri cahaya harapan...
Dan...
Hinggap di dalam penantian.
===========================
Malang, 07 Juni 2018
PUISI DIKALA SUNYI
PUISI "PERAHU"
By. Rekolanus Roli
===========================
Gelombang mulai terasa...
Dikala sore di tengah lautan luas.
Tanpa takut aku bertahan...
Dengan mantap...
Mengayuh dan terus mengayuh...
Meninggalkan hal yang tak pasti.
Tiada gentar hadapi gelombang.
Tiada ku goyah dalam perahu ini.
Perahu... bawa aku dan mimpiku.
Pergi jauh tinggalkan daratan dusta.
Perahu... Anganku telah menjauh...
Meninggalkan aku dan piluku.
Perahu...
Kudayung dikau demi masa depan.
===========================
Ketapang, 19 Juni 2018
Jumat, 01 Juni 2018
PUISI KEGUNDAHAN HATI
PUISI TENANGKAN AKU SAYANG
By. Rekolanus Roli
===========================
Menari indah...
Pena dengan goresan tinta hitam.
Tanpa peduli...
Selembar kertas telah tercoreng.
Maksud jemari tuliskan syair.
Sebagai pengungkap gundahnya hati.
Tapi...
Jiwaku berkata lain...
Aku gundah seakan terkesan lemah.
Sampai...
Aku lupa bagaimana maksud dunia.
Kepada sang Tuhan...
Kusampaikan surat kecil.
Dalam bait sebuah puisi.
Tersirat dan tertulis...
Sebuah kata terima kasih.
Tuhan dengan baiknya...
Menitipkanmu disini.
Disaat aku layu...
Kamu siram aku dengan senyuman.
Kamu rawat dengan sapaan.
Hingga aku berharap lebih.
Kamu tinggal dan tenangkan aku.
Ya, tenangkan aku sayang.
===========================
Malang, 1 Juni 2018
Kamis, 31 Mei 2018
PUISI SEBUAH ALASAN BETAPA KAMU SANGAT BERHARGA
PUISI "JIKA KAMU"
By. Rekolanus Roli
===========================
Jika kamu mulai lemah...
Datanglah padaku...
Meski aku manusia membosankan.
Namun, jika kau mulai kuat...
Pergilah, tinggalkan aku...
Meski aku terluka.
Karena aku terkadang berpikir.
Kamu ragu bertahan...
Jika kamu... Rindu...
Berbaliklah padaku...
Dan...
Lihat aku tersenyum menantimu.
Tanpa menyimpan sedikit pun dendam.
Hanya ada sebuah harapan...
Ya, harapan menopangmu...
Dikala kamu jatuh.
Tapi...
Aku tidak rela jika kamu...
Jatuh cinta pada hati yang lain.
Jika kamu...
Meninggalkan ku kelak.
Bagaimana jawaban dunia.
Dengan...
Aku dan hati ini.
Sayang...
Jika kamu terluka...
Tetaplah tersenyum.
Karena, jujur...
Akulah orang pertama yang terpukul...
Jika melihat kamu terluka.
Jika kamu pergi...
Apa alasanku untuk meyakinkan dunia.
Sedang aku tidak ingin...
Kamu buruk dimata mereka.
Sayang...
Jika aku mati...
Dan meninggalkan sebuah nama.
Lihat dan bacalah... Puisi ini.
Ada tertulis indah namamu.
Jika kamu menangis...
Akan ada luka dalam ragaku.
Meski telah mati...
Tapi naluri tetaplah dalam hati.
Jika kamu...
Melihat tubuhku terbaring kaku.
Lihatlah pula aliran bening dari mataku.
Itulah bukti...
Bahwa aku tiada ingin pergi...
Tanpa meninggalkan kabar.
===========================
Malang, 31 Mei 2018
Selasa, 29 Mei 2018
PUISI UNTUK SEBUAH JANJI
PUISI "SETIA"
By. Rekolanus Roli
===========================
Jika aku boleh bertanya.
Apa arti setia untukmu?
Apakah kau mengartikan...
Hanya sebuah kata?
Atau...
Adakah arti khusus bagimu?
Setia...
Adalah serangkaian huruf yang indah...
Bagai seikat bunga tulip.
Kembang dan mekar, namun...
Rentan layu.
Tapi, setia bagiku...
Hanya ada satu makna...
Yaitu...
Bagaimana aku dan kamu...
Bisa saling menjaga.
Walau kelak...
Akan ada sebuah jarak.
Atau bahkan sebuah masa.
Yang harus memisahkan kita.
Sayang...
Ketahuilah...
Mulai malam ini...
Aku ingin setia itu...
Sebagai pengikat hati kita.
Jangan sampai ada pisau bermata dua.
Yang memutuskan..
Tali kepercayaanmu untukku.
Sekiranya...
Kamu mulai layu...
Sirami kembali dengan puisi ini.
Jangan kau lengah kasih.
Rawatlah...
Jangan ragu...
Aku telah mantap denganmu.
Ingat aku dengan janjiku.
Ingat pula dengan janjimu.
Bukan maksud aku mengekang.
Aku hanya ingin meyakinkanmu.
Bahwa setia itu benar ada.
Sayang...
Apa kamu tahu satu hal?
Bahwa...
Setia itu adalah aku
===========================
Malang, 29 Mei 2018
Sabtu, 26 Mei 2018
PUISI PENGINGAT HATI
PUISI "MAAF"
By. Rekolanus Roli
===========================
Terurai rambut indahmu...
Mengartikan eloknya paras itu.
Paras yang membuatku...
Merasa berdosa.
Kasih...
Maafkan aku...
Yang selalu menghidupkanmu dalam mimpiku.
Serta membangkitkan bayangan tentang kamu disiang bolong.
Maafkan aku sayang...
Yang terlalu erat menggenggam tanganmu.
Hingga kamu tiada bisa beranjak.
Mungkin...
Ini caraku menjagamu.
Agar tidak pergi meninggalkan luka.
Sayang...
Maafkan aku...
Aku terlalu takut jika kelak...
Kamu tinggalkan disini.
Karena...
Jujur dan sejujurnya...
Aku sudah terlalu bosan ditinggalkan.
Sayang...
Maafkan aku sekali lagi.
Ku mohon...
Dengan sangat kepadamu.
Sebagaimana aku mengenalmu.
Segitu pula, kupercayakan hari esok...
Kepada sang Ilahi sebagai jaminan yang Agung.
Sayang...
Jika ada maaf untuk ku...
Tidaklah perlu untuk kau ucap.
Cukuplah kiranya...
Kamu bertahan denganku...
Hingga hidup benar-benar...
Terasa ber-Tuhan
Kasih...
Inilah pintaku...
Kata maaf dari hatimu... Untukku.
===========================
Malang, 27 Mei 2018
PUISI SPESIAL UNTUK YANG TETAP BERTAHAN
PUISI BERTAHAN SATU HATI
By. Rekolanus Roli
===========================
Aku terlalu bodoh...
sehingga tidak tau arti sakit hati.
Tapi...
Aku juga biasa terlalu malas...
Untuk beranjak meninggalkan jejak.
Itulah...
Bukti bahwa aku tercipta untuk menjagamu.
Bukan membebanimu.
Lantas...
Apa tujuan kau tercipta?
Adakah itu untuk ku...
Kau cinta kepada Tuhan...
Tapi aku cemburu...
Aku benci dengan batasan.
Bukan karena jarak...
Bukan pula karena waktu.
Tapi, karena aku cinta kepadamu yang sudah Mulia.
Ahhh...
Sungguh...
Aku ingin...
Aku sama sepertimu...
Hah, Dunia tidak adil dengan takdir.
Sehingga aku hanya bisa diam seribu bahasa.
Meninggalkan tetesan bening yang seperti kenangan.
Kasih...
Jika kita tiada bersama...
Setidaknya aku tetap bisa menyisipkan kamu dalam doa.
Hingga aku bertahan untuk satu hati.
Ya, itulah kamu.
===========================
Malang, 26 Mei 2018
Jumat, 25 Mei 2018
PUISI TAKUT KEHILANGAN KEKASIH
PUISI APAKAH AKU SANGGUP?
By. Rekolanus Roli
===========================
Untuk hati...
Bagaimana kabar janjinya?
Masihkah hanya sebuah aksara?
Tolong...
Kabari otakku...
Masih waraskah dia?
Sejalan detik berlalu...
Ingin ku tahu kabar hatiku.
Yang terasa aku terlalu sayang.
Sehingga asa itu bangkit.
Terbayang aku dengan kata sayang.
Yang dulu ada dari kata cinta...
Meski kini terasa tinggal dusta.
Untuk hati...
Tanyakan padamu sendiri.
Apakah Ku Sanggup melepasmu kelak?
Jujur dan sejujurnya...
Aku tak sanggup, jika Kelak kamu pergi dengannya.
Untuk hati...
Bisakah kau bertahan untukku...
Menjaga Harapan suciku?
Untuk hati...
Apakah aku sanggup terluka?
Dari hati...
Apa jawabnya? Jika...
Sempurna itu bukan aku.
Kepada hati...
Aku hanya insan biasa...
Bisakah kau bertahan denganku.
Denganku yang terlalu jauh...
Meletakkan kisah kita di masa depan.
Untuk hati...
Kau jauh maupun dekat...
Tetap kupercayakan harapanku.
Jagalah itu...
Jangan kau campakkan.
Untuk hati...
Sudahkah kau jujur?
Jika sudah... Aku bersyukur kepada Sang Tuhan...
Yang telah baik membukakan mulutmu.
Namun, jika sebaliknya...
Aku mohon kepada Sang Tuhan...
Agar meluluhkan hati untuk bicara.
Hingga aku bisa bertanya...
Apakah aku sanggup terluka?
===========================
Malang, 25 Mei 2018
Rabu, 23 Mei 2018
PUISI KETAKUTAN LAKI-LAKI DENGAN CINTA KEPADA WANITA
PUISI AKU TAKUT KAMU MENGHILANG
By. Rekolanus Roli
===========================
Sayang...
Malam ini aku mimpi tentang kamu.
Kau ucap kata perpisahan.
Tapi, aku tiada bisa berkata.
Entah, karena aku terlalu cinta atau terlalu lugu.
Sayang...
Bahkan pagi ini aku membayangkan tentang kamu.
Tentang kamu yang membuat napas ini berhenti berhembus.
Seolah aku tiada bisa hidup tanpamu.
Sayang...
Matikan bara jika kamu tidak ingin api ini menyala.
Siramlah, jangan kamu acuhkan.
Karena akan terlalu sakit bagiku.
Jika kamu pergi dan tak kembali.
Sedang hati sudah terlalu percaya dengan cinta.
Sayang...
Sejujurnya...
Aku tiada takut gelapnya malam.
Aku tiada takut terangnya siang.
Tapi aku takut jika kelak kamu menghilang.
Meninggalkan bara yang belum kamu matikan.
Sayang...
Aku takut...
Kamu menghilang dan tinggalkan janji yang tiada tertepati.
===========================
Malang, 24 Mei 2018
Minggu, 20 Mei 2018
PUISI PERPISAHAN
PUISI SAMPAI JUMPA
By. Rekolanus Roli
===========================
Sempat ku bertanya...
Kenapa harus ada akhir?
Kenapa harus ada perpisahan?
Kenapa? Kenapa? Dan kenapa?
Ahhh... Hidup terlalu tak adil untukku.
Aku bahagia berjumpa dengan sahabat.
Yang semula tidak saling kenal.
Yang tidak ada ikatan.
Tapi, status mempertemukan kita.
Sampai kita ada ikatan.
Ikatan persahabatan.
Ikatan yang tidak ada kata luka.
Sahabat...
Teruslah kejar mimpimu...
Bertarunglah didunia yang jahat Ini.
Jangan sampai kau goyah.
Bila kau hendak jatuh, ingatlah ada aku.
Yah, begitulah katanya kita.
Tapi status pula yang akhirnya memisahkan kita.
Kau telah kembali dan aku masih berjuang disini.
Kembalilah...
Gunakan kata suksesmu.
Kan kutunggu...
Kau bercerita meski sekedar lewat suara.
Sampai jumpa sahabat.
Sampai waktu yang tidak kita ketahui.
===========================
Malang, 21 Mei 2018
Jumat, 18 Mei 2018
PUISI CINTA KEYAKINAN HATI
PUISI BILA CINTA BENAR ADA, KEMBALI DAN BERTAHANLAH DENGANKU
By. Rekolanus Roli
===========================
Kasih...
Bila kau rindu rumah...
Menangislah dalam pelukku...
Agar aku menjadi laki-laki yang berguna untukmu sepanjang jalan ceritamu.
Sayang...
Datanglah ke pelukanku jika kamu mulai lemah...
Tapi, Pergilah dari pelukku jika kau sudah mulai kuat.
Karena sayapku mungkin bisa goyah bila melihat tawamu dikekang olehku.
Kasih...
Aku adalah manusia yang punya berjuta kata rahasia.
Yang mungkin suatu saat akan membuatmu bosan
Dan, itulah yang kutakuti...
Sayang...
Masih kuatkah bendungan itu menahan air matamu?
Jika sudah rapuh...
Datanglah kepadaku...
Akan ku kuatkan itu dengan senyum lebar di bibirmu...
===========================
Malang, 18 Mei 2018
Selasa, 15 Mei 2018
PUISI TENTANG JERITAN HATI LAKI-LAKI
PUISI RAPUH
By. Rekolanus Roli
===========================
Berjuta kata...
Aku rangkai demi lampiaskan ceritaku.
Beribu makna...
Kusampaikan demi kejelasan kisah kita.
Ini bukan kisah cinta.
Tapi... Kisah pilu...
Dari laki-laki yang rapuh.
Laki-laki dengan keegoan.
Bukan laki-laki perayu...
Lebih tepat laki-laki yang layu.
Meski terkesan kokoh.
Tapi... Ketahuilah...
Akarnya mulai membusuk.
Tinggal menunggu terpaan angin sepoi-sepoi menumbangkannya.
Rapuh...
Adalah hatiku ketika itu.
Tiada maksud lain...
Aku hanya menjadi sepentil kisah
Yang kian lama, kian tiada terlihat.
Hah...
Rapuh...
Akulah sepantasnya itu.
Bukan kamu...
Bukan dia...
Bukan pula mereka.
Dalam kisah buku yang usang.
Aku tertulis...
Tapi... Hanya pelengkap cerita.
Bahkan... Jika selembar dikoyakan...
Masih terkesan sempurna untuk dibaca.
Rapuh...
Adalah jiwaku...
Kala melihat setetes bening keluar dari matamu.
Mendengar isakan mu yang semakin sendu.
Rapuh...
Adalah kisah, dari laki-laki yang tiada arti.
===========================
Malang, 15 Mei 2018