Hei Senja
Oleh. Rekolanus Roli
Hei Senja…
Apa kabarmu? Kuharap kau baik-baik
saja. Seperti sore ini ya.
Oh ya, aku punya sebuah cerita
tentang hati.
Aku mau mengucapkannya.
Tapi bukan tentang apa yang
aku suka.
Lebih kepada apa yang aku rasa
berat.
Ya, Berat, Sangat berat.
Hei Senja…
Aku rindu! Bilang itu padanya.
Waktu aku pertama memandang
keindahanmu.
Kala itu aku Bersama dia, yang terlihat anggun disertai
pancaran cahayamu.
Aku awalnya bangga, bisa
memandang keindahanmu Bersama dia.
Menuturkan setiap kata demi
kata tentang masa depan.
Ya, masa depan aku dengannya.
Sejujurnya aku juga kecewa
dengan rasaku.
Kenapa aku merindukannya? Padahal
aku terluka.
Aku tidak waras, mungkin.
Aku Gila, Bisa jadi.
Tapi, rindu ini tidak bisa
bohong.
Bukan rindu kepada lukanya,
tapi kepada kenangannya.
Kenangan tentang harapan,
untuk menata hari Bersama dimasa depan.
Meski kini semua tinggal
harapan, tidak ada lagi kisah kita
Hei Senja…
Pergilah, sisakan sedikit
waktu untuk besok.
Oh ya, jangan lupa titip salam
buat sang Fajar.
Aku menunggu harapan baru dari
kisah baruku.
Malang, Mei 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ADA MASUKAN? SILAHKAN BERIKAN KRITIK DAN SARAN ANDA