Tampilkan postingan dengan label sunset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sunset. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2019

PUISI UNTUK SEBUAH PENANTIAN AKAN KEPERGIAN "MENATAP SENJA"


Menatap Senja
Oleh. Rekolanus Roli

Kuingin menatap Senja…
Agar aku bisa mengerti arti kamu yang sesungguhnya.
Bisa tau apa yang menjadi mau dan maksudnya hatimu.
Bisa paham dengan apa yang menjadi alasanmu.
Meski sebenarnya aku tahu bahwa senja akan menghilang.

Aku hanya ingin memandang senja lebih lama…
Agar kau tau aku masih ditempat penantian menunggumu.
Menunggu kamu yang tidak mungkin kembali.
Menunggu kamu yang telah menghilang.
Menunggu kamu yang bahkan tidak mau tahu dengan rindunya hati ini.

Aku ingin menatap senja lagi…
Lagi… Lagi… Dan lagi…
Aku tidak pernah bosan…
Karena yang aku tahu, senja akan menghilang.
Namun, sang fajar akan memupuk satu harapan.

Aku ingin menatap senja…
Untuk menghilangkan penat, yang telah Lelah terluka.
Mungkin, aku juga belum siap…
Tapi senja telah terburu pergi.
Malang, Mei 2019

Sabtu, 11 Mei 2019

PUISI RINDU UNTUK KENANGAN "HEI SENJA"


Hei Senja
Oleh. Rekolanus Roli

Hei Senja…
Apa kabarmu? Kuharap kau baik-baik saja. Seperti sore ini ya.
Oh ya, aku punya sebuah cerita tentang hati.
Aku mau mengucapkannya.
Tapi bukan tentang apa yang aku suka.
Lebih kepada apa yang aku rasa berat.
Ya, Berat, Sangat berat.

Hei Senja…
Aku rindu! Bilang itu padanya.
Waktu aku pertama memandang keindahanmu.
Kala itu aku  Bersama dia, yang terlihat anggun disertai pancaran cahayamu.
Aku awalnya bangga, bisa memandang keindahanmu Bersama dia.
Menuturkan setiap kata demi kata tentang masa depan.
Ya, masa depan aku dengannya.

Sejujurnya aku juga kecewa dengan rasaku.
Kenapa aku merindukannya? Padahal aku terluka.
Aku tidak waras, mungkin.
Aku Gila, Bisa jadi.
Tapi, rindu ini tidak bisa bohong.

Bukan rindu kepada lukanya, tapi kepada kenangannya.
Kenangan tentang harapan, untuk menata hari Bersama dimasa depan.
Meski kini semua tinggal harapan, tidak ada lagi kisah kita

Hei Senja…
Pergilah, sisakan sedikit waktu untuk besok.

Oh ya, jangan lupa titip salam buat sang Fajar.
Aku menunggu harapan baru dari kisah baruku.

Malang, Mei 2019

Senin, 14 Mei 2018

PUISI UNTUK MENENTUKAN PILIHAN

PUISI SUNRISE ATAU SUNSET
By. Rekolanus Roli
===========================
Jika kau ingin aku memilih...
Sunrise atau sunset?

Ketahuilah kasih...
Bahwa... Aku tidak ingin memilih keduanya.

Terlalu sakit menimbulkan harapan bersamamu, laksana sunrise yang dinanti.
Tapi, aku juga benci...
Kepada sunset yang dengan mudahnya mengubah harapan menjadi sebuah mimpi belaka.

Terlihat indah awalku melihatnya.
Tapi, pada akhirnya...
Sunset meninggalkan kegelapan dan menciptakan kekelaman.

Ya... Menciptakan kekelaman...

Sunrise...

Sunset...

Keduanya indah pada saat pertama.
Tapi, menciptakan harapan semu.
Membutakan hati dengan kelamnya malam gelap.

Sunrise atau Sunset?

Bukan Sunrise...
Bukan pula Sunset...

Aku memilih diam...

Karena...
Walau dalam pekat malam, aku ingin  memilih Sunrise...

Tapi, dalam terangnya siang, aku ingin memilih Sunset...

Dan...
Kini semakin terasa...
Sebuah pilihan tanpa jawaban.

Ahhh... Sudahlah...

Tanyakan lagi...

Sunrise atau Sunset?
===========================
Malang, 14 Mei 2018