BERAPA LAMA LAGI???
Oleh Rekolanus Roli
Dibalik daun pisang kala itu...
Kutatap langit sore yang membiru...
Laksana lautan luas yang terhampar...Jauh di bawah aku menyaksikan tangisan semesta...
Yang seolah sedih melihat bumi yang semakin menua...
T'lah terdengar pula rintihan alam yang terbuka...
Jeritan kesengsaraan akan hidup yang tiada berapa lama...
Tanah subur kini telah kering tiada berair...
Hutan rimbun kini telah rata berganti bangunan pencakar...
Sungai-sungai jernih kini telah mengalir bersama racun pemusnah...
Kicauan burung kini telah berganti tangisan sang sulung...
Alam yang damai kini telah terberai...
Wahai manusia, tanam kembali asa Semesta yang kau sita...
Kau tahu manusia?
Terkadang semesta juga menangis...
Menyaksikan manusia berbuat semena-mena...
Tiada takut akan karma yang menimpa...
Teknologi kini meramal usia bumi tiada lama lagi...
Dimana langkah sigap untuk mencegah?
Tiada yang tahu...
Haruskah kita terpana nenunggu hancurnya dunia...
Ohhh...
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi Tuhan akan murka?
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi kita akan musnah?
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi karma menimpa?
Terkadang semesta juga menangis...
Menyaksikan manusia berbuat semena-mena...
Tiada takut akan karma yang menimpa...
Teknologi kini meramal usia bumi tiada lama lagi...
Dimana langkah sigap untuk mencegah?
Tiada yang tahu...
Haruskah kita terpana nenunggu hancurnya dunia...
Ohhh...
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi Tuhan akan murka?
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi kita akan musnah?
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi karma menimpa?
Ohhh...
Tunggulah...
Akan tiba waktu yang kau tunggu...
Malang, 23 April 2015
Malang, 23 April 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ADA MASUKAN? SILAHKAN BERIKAN KRITIK DAN SARAN ANDA