Selasa, 18 April 2017

KEHIDUPAN ALAM

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
       TANGISAN SANG ALAM
           Oleh Rekolanus Roli
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Rintik hujan pagi hari...
Sirami jutaan penghuni Bumi...
Dengan berlipat harap dan mimpi...
Seraya sejuk embun pagi menusuk sampai tulang dan jiwa mati...
Mengingatkan akan alam yang semakin sunyi...
Menjadikan peri padi merana dan sendiri...
Tiada kicauan burung...
Tiada pula gemericik air yang bening...
Hanya tampak kehidupan kumuh bermandi sungai yang keruh...
Hanya terdengar tangisan alam yang semakin menjadi...
Berdoa berharap pada Tuhan menghukum kecongkakan dunia...
Oh... Alam telah murka...
Sanggupkah manusia menahannya?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
                        Malang, 19 April 2017
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

PUISI Kerinduan Anak Rantau Kepada Kampung Halaman

                     BIARKAN
           Oleh Rekolanus Roli

Biarkan airmata mengalir...
Mengingat bulan yang bersinar terang...
Kala aku merenung dari atap rumah...
Biarkan cahaya terang disini menggodaku...
Tapi, satu keinginanku merasakan kehangatan...
keluarga diseberang sana...
Bukan keinginan belaka hingga aku mengorbankan airmata...
Biarkan nuansa kota menghiburku sejenak...
Melupakan sedikit nuansa desa permai yang kurindukan...
Demi amanah kedua orang tua..
Mencapai tujuan ibarat surga yang di rindukan...
Biarkan hujan rintik-rintik disini...
Menemaniku menatap luar dengan kenangan...
Biarkan kulalui rintangan dan halangan ini...
Demi seonggok cita-cita dan segenggam harapan...
Yang ditanam demi sebuah cahaya masa depan.
               Malang, 09 Februari 2017

Puisi Pinggiran

                      Ditepi Jalan
             Oleh. Rekolanus Roli

Saat ku berjalan menyusuri tepian perkotaan...
Kulihat disekelilingku...
Banyak anak-anak di usia dini yang berkeliaran ditepi jalan mencari rupiah...
Demi sesuap nasi dan segelas air...
Hatiku pilu...Hatiku menjerit melihat semua ini.
Dimana kebijakan pemerintah?...
Akankah anak-anak seperti ini...
Memiliki masa depan yang cerah?...
Tidak....tidak sama sekali!...
Ditepi jalan...
Kulihat...Banyak anak manusia yang menderita.
Anak-anak yang seharusnya...
Duduk dibangku sekolah...
Anak-anak yang seharusnya...Patut diperhatikan....
Kini...Tiada yang peduli...
Begitu miris nasib anak sekecil itu...
Mengarungi hidup seperti seperti roda mati...
                    Lotong, 24 Maret 2015