Senin, 14 Mei 2018

PUISI KEBANGSAAN

PUISI BAKTI BAGI NEGERI YANG MATI
By. Rekolanus Roli
===========================
Perjuanganku...
Mengisi hari merdeka ini.
Memenuhi cawan harapan undang-undang.
Melarutkan masa dalam buai mimpi.

Darah juangku adalah berkarya.
Bukan hanya bicara semata.
Berkarya bukan dengan tahta.
Bukan pula hanya dengan sebuah kata.
Tapi, dengan CINTA dan jiwa yang MEMBARA.
Ya, jiwa yang membara...
Untuk sebuah bakti.
Sebuah bakti yang dijunjung tinggi.
Sebuah bakti yang tiada mati.
Tapi, semakin terpatri.
Meski...
Dalam negeri yang hampir meninggalkan nama.

Hingga, darah juangku...
Telah penuh dengan bakti...
Bagi negeri yang telah mati.
===========================
Malang, 14 Mei 2018

PUISI BERLAWANAN ARAH

PUISI BERLAWANAN ARAH
By. Rekolanus Roli
===========================
Kau bilang, aku adalah kenangan.
Kenangan yang seakan telah mati.
Kenangan yang kau sebut meninggalkan luka.
Kau bahkan juga bilang, aku adalah lembaran usang.
Yang sepantasnya dibuang.
Dibuang dengan remasan-remasan kebusukan janji.

Tapi...
Aku merasa... aku adalah korban dari kenanganmu.
Korbang yang telah tercabik hatinya.
Korban yang sepantasnya disayang...
Bukan dibuang...

Entahlah...
Bagaimana jalan pikiranmu?
Siapa korban, siapa pelaku?
Tapi, yang pasti luka telah tergores dihati ini.

Kudambakan perlakuan sayangmu.
Tapi...
Kudapatkan diriku dalam lembaran kenanganmu.

Aku bukan yang kamu maksudkan?

Ahh...
Aku terlalu lugu untuk meyakinkan hati.
Sedang kita tidak sejalan...
Dan...
Hanya berlawanan arah.
===========================
Malang, 14 Mei 2018

Selasa, 16 Januari 2018

Puisi Kebangsaan

Halo halo hai.... Hai hai halo...  Pada postingan kali ini gua mau berbagi satu puisi kebangsaan yang berjudul SAKTIMU, dimana pada puisi ini memiliki makna bahwa sebuah perjuangan pahlawan proklamator kita Ir. Soekarno yang telah mengantarkan kita pada pintu gerbang kemerdekaan saat ini. Okay sekian pengantarnya selamat membaca. Oh ya satu lagi jangan lupa subcribe blog ini agar bisa berkembang lebih wow lagi... Sebelumnya terima kasih...
Selamat membaca... Saktimu buah pena Rekolanus Roli:


Saktimu
Oleh. Rekolanus Roli
Terbayangku sepuluh tahun yang lalu.
Menjerit hati terdengar pilu.
Tergores pula luka sembilu.
Mengenang derita yang tak kenal bulu.
Terdiam, tersandar dan terpaku.
Tiada lagi masa aku berlaku.
Terbacaku untuk sebuah buku.
Tercairkan semangat dari yang beku.
Ada kala bayangan semu.
Tiada lagi seperti yang dulu.
Teringatku akan saktimu.
Membangun negeri tanpa jemu.
Malang, Januari 2018
Baca juga: Puisi-puisi karya buah pena Rekolanus Roli yang lainnya dan jangan lupa kunjungi blog dari gua yang lainnya ya di sini