Selasa, 15 Mei 2018

PUISI TENTANG JERITAN HATI LAKI-LAKI

PUISI RAPUH
By. Rekolanus Roli
===========================
Berjuta kata...
Aku rangkai demi lampiaskan ceritaku.

Beribu makna...
Kusampaikan demi kejelasan kisah kita.

Ini bukan kisah cinta.
Tapi... Kisah pilu...
Dari laki-laki yang rapuh.

Laki-laki dengan keegoan.
Bukan laki-laki perayu...
Lebih tepat laki-laki yang layu.

Meski terkesan kokoh.
Tapi... Ketahuilah...
Akarnya mulai membusuk.
Tinggal menunggu terpaan angin sepoi-sepoi menumbangkannya.

Rapuh...
Adalah hatiku ketika itu.

Tiada maksud lain...
Aku hanya menjadi sepentil kisah
Yang kian lama, kian tiada terlihat.

Hah...

Rapuh...
Akulah sepantasnya itu.
Bukan kamu...
Bukan dia...
Bukan pula mereka.

Dalam kisah buku yang usang.
Aku tertulis...
Tapi... Hanya pelengkap cerita.
Bahkan... Jika selembar dikoyakan...
Masih terkesan sempurna untuk dibaca.

Rapuh...
Adalah jiwaku...
Kala melihat setetes bening keluar dari matamu.
Mendengar isakan mu yang semakin sendu.

Rapuh...
Adalah kisah, dari laki-laki yang tiada arti.
===========================
Malang, 15 Mei 2018

Senin, 14 Mei 2018

PUISI UNTUK MENENTUKAN PILIHAN

PUISI SUNRISE ATAU SUNSET
By. Rekolanus Roli
===========================
Jika kau ingin aku memilih...
Sunrise atau sunset?

Ketahuilah kasih...
Bahwa... Aku tidak ingin memilih keduanya.

Terlalu sakit menimbulkan harapan bersamamu, laksana sunrise yang dinanti.
Tapi, aku juga benci...
Kepada sunset yang dengan mudahnya mengubah harapan menjadi sebuah mimpi belaka.

Terlihat indah awalku melihatnya.
Tapi, pada akhirnya...
Sunset meninggalkan kegelapan dan menciptakan kekelaman.

Ya... Menciptakan kekelaman...

Sunrise...

Sunset...

Keduanya indah pada saat pertama.
Tapi, menciptakan harapan semu.
Membutakan hati dengan kelamnya malam gelap.

Sunrise atau Sunset?

Bukan Sunrise...
Bukan pula Sunset...

Aku memilih diam...

Karena...
Walau dalam pekat malam, aku ingin  memilih Sunrise...

Tapi, dalam terangnya siang, aku ingin memilih Sunset...

Dan...
Kini semakin terasa...
Sebuah pilihan tanpa jawaban.

Ahhh... Sudahlah...

Tanyakan lagi...

Sunrise atau Sunset?
===========================
Malang, 14 Mei 2018

PUISI KEBANGSAAN

PUISI BAKTI BAGI NEGERI YANG MATI
By. Rekolanus Roli
===========================
Perjuanganku...
Mengisi hari merdeka ini.
Memenuhi cawan harapan undang-undang.
Melarutkan masa dalam buai mimpi.

Darah juangku adalah berkarya.
Bukan hanya bicara semata.
Berkarya bukan dengan tahta.
Bukan pula hanya dengan sebuah kata.
Tapi, dengan CINTA dan jiwa yang MEMBARA.
Ya, jiwa yang membara...
Untuk sebuah bakti.
Sebuah bakti yang dijunjung tinggi.
Sebuah bakti yang tiada mati.
Tapi, semakin terpatri.
Meski...
Dalam negeri yang hampir meninggalkan nama.

Hingga, darah juangku...
Telah penuh dengan bakti...
Bagi negeri yang telah mati.
===========================
Malang, 14 Mei 2018