PUISI JADILAH WANITAKU
By. Rekolanus Roli
===========================
Berjuta kata...
Kurangkai untuk utara maksud jiwaku...
Beribu lembar tertulis tanpa makna...
makna yang Kuharap...
kamu sebagai awal kata...
tapi aku terlalu lugu...
Seakan hatiku mulai membatu...
Kasih... Adakah ketulusanku, kamu terima dengan hati.
Sayang, kapankah aku bisa jujur dengan hati.
Bahwa aku amat sangat takut kamu pergi.
Meski kamu anggap sebuah candaan.
Tapi kuingin meyakinkan hati.
Agar kau tahu bahwa ada rahasia indah.
Yang kusimpan...
Untukmu.
Sebuah rahasia hati...
Hati yang mengharapkan kamu.
Ya, kamu...
Meski dengan sedikit malu...
Kuberusaha untuk jujur.
Sayang....
"Jadilah wanitaku" malam ini...
Sampai lembaran kita tertutup.
===========================
Malang, 18 Mei 2018