Senin, 03 Oktober 2016

Puisi Pahlawan


Saktimu
Oleh. Rekolanus Roli
Terbayangku sepuluh tahun yang lalu.
Menjerit hati terdengar pilu.
Tergores pula luka sembilu.
Mengenang derita yang tak kenal bulu.
Terdiam, tersandar dan terpaku.
Tiada lagi masa aku berlaku.
Terbacaku untuk sebuah buku.
Tercairkan semangat dari yang beku.
Ada kala bayangan semu.
Tiada lagi seperti yang dulu.
Teringatku akan saktimu.
Membangun negeri tanpa jemu.
Lotong, 30 Agustus 2015

Puisi kebangsaan


Bangsaku
Oleh. Rekolanus Roli
Satu kebanggaanku...Lahir dinegeri ini.
Dinegeri yang penuh dengan keharmonisan...
yang menjunjung tinggi  perbedaan...
Kubangga...
Hidup dinegeri yang memiliki prestasi yang miris ini.
Tapi... selalu optimis dalam pembangunan...
Bangsa yang kaya akan kebudayaan.
Bangsa yang tidak memandang perbedaan...
Bangsa yang mempunyai sumber daya melimpah...
Bangsaku...Bangsa yang sejahtera...
Bangsa yang memiliki satu dasar...
Bangsaku...Bangsa Indonesia.
Lotong 25 maret 2015

Syair Pahlawan


Syair Perjuangan
Oleh. Rekolanus Roli
Hari-hari terus berlalu.
Maka hati menangis tersedu.
Wahai kamu janganlah ragu.
Dimana tenaga akan beradu.
Ini syair tentang perjuangan.
Semangat jiwa sebagai lambang.
Karena kita akan berperang.
Melawan kaum para penentang.
Balai Berkuak, 03 Januari 2014