Minggu, 03 September 2017

PEMILU RAYA

BALADA DALAM PEMIRA
=°=°=°=°=°=°=°=°=°=°=°=°=°=
     Oleh Rekolanus Roli
=======================
Koar-koar kau ungkap janji...
Memberikan seribu satu kata.
Untuk didengar pendukung dan pemilihmu.
Laksana gemuruh air bah, Kau kian lantang menyuarakan Angka dudukmu.
"Pilih aku... Pilih nomorku..."
Tanpa pikir suaramu ganggu telingaku.
Kau ikat tim sukses, kau gaet tim pemenanganmu.
Tanpa pikir siapa lawanmu.
Kau aklamasi atau bersaing, tiada masalah bagimu.
Yang menang akan tenang, dalam kau kalah takkan pasrah.
Komisi-komisi sibuk berjuang dalam lantunan koarmu.
Tanpa pedulikan waktu dan kejujuran.
Kau bodoh atau egois...
Tapi takkan kau tunjukkan saat itu.
Kau sembunyikan dibalik janjimu.
Berapa orang akan percaya, berapa orang akan kau perdaya.
Tak bisa ku hitung.
Mungkin juga kau bodoh.
Koarkan janji, tanpa pikirkan sebuah bukti yang kau tepati.
Pemilih berkata iya... Tapi sampai pada hari "H".
pilihannya bukan anda tapi dia yang anda lawan.
Inikah gambaran sebuah negara.
Balada dalam Pemira.
Laksana Surga yang tertunda.
============================
                    Malang, 20 Mei 2017

Rabu, 24 Mei 2017

SELAMAT MERAYAKAN HARI KENAIKKAN ISA ALMASIH

Admin ucapkan Selamat memperingati hari Kenaikkan Isa Almasih bagi seluruh Umat Nasrani. Damai Kristus besertamu. GOD BLESS YOU ALL

Sabtu, 22 April 2017

MEMPERINGATI HARI BUMI


                 BERAPA LAMA LAGI???
                    Oleh Rekolanus Roli
Dibalik daun pisang kala itu...
Kutatap langit sore yang membiru...
Laksana lautan luas yang terhampar...
Jauh di bawah aku menyaksikan tangisan semesta...
Yang seolah sedih melihat bumi yang semakin menua...
T'lah terdengar pula rintihan alam yang terbuka...
Jeritan kesengsaraan akan hidup yang tiada berapa lama...
Tanah subur kini telah kering tiada berair...
Hutan rimbun kini telah rata berganti bangunan pencakar...
Sungai-sungai jernih kini telah mengalir bersama racun pemusnah...
Kicauan burung kini telah berganti tangisan sang sulung...
Alam yang damai kini telah terberai...
Wahai manusia, tanam kembali asa Semesta yang kau sita...
Kau tahu manusia?
Terkadang semesta juga menangis...
Menyaksikan manusia berbuat semena-mena...
Tiada takut akan karma yang menimpa...
Teknologi kini meramal usia bumi tiada lama lagi...
Dimana langkah sigap untuk mencegah?
Tiada yang tahu...
Haruskah kita terpana nenunggu hancurnya dunia...
Ohhh...
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi Tuhan akan murka?
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi kita akan musnah?
Berapa lama lagi???
Berapa lama lagi karma menimpa?
Ohhh...
Tunggulah...
Akan tiba waktu yang kau tunggu...
                           Malang, 23 April 2015

Kamis, 20 April 2017

PUISI HARI KARTINI

💹💹💹💹💹💹💹💹💹💹💹💹💹
                   KARTINI HARI INI
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
                   Oleh Rekolanus Roli

Jauh ku melayang...
Kembali ke masa silam kala itu...
Perjuangan seorang wanita...
Membela kaumnya...
Mengecap harap belajar wujudkan mimpi...
Perempuan yang layak dikasihani...
Hanya karena kelompok gender diskriminasi...
Tiada heran kala itu...
Habis gelap terbitlah terang...
Kembali...
Aku tersadar tentang waktu yang ku kejar...
Mencari Kartini yang tegar...
Menopang aku disaat semangat mulai melonggar...
Namun, tiada jua aku temukan...
Hatiku bertanya, adakah Kartini masa kini?
Dimana Kartini hari ini?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
                         Malang, 21 April 2017
💹💹💹💹💹💹💹💹💹💹💹💹💹

Selasa, 18 April 2017

KEHIDUPAN ALAM

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
       TANGISAN SANG ALAM
           Oleh Rekolanus Roli
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Rintik hujan pagi hari...
Sirami jutaan penghuni Bumi...
Dengan berlipat harap dan mimpi...
Seraya sejuk embun pagi menusuk sampai tulang dan jiwa mati...
Mengingatkan akan alam yang semakin sunyi...
Menjadikan peri padi merana dan sendiri...
Tiada kicauan burung...
Tiada pula gemericik air yang bening...
Hanya tampak kehidupan kumuh bermandi sungai yang keruh...
Hanya terdengar tangisan alam yang semakin menjadi...
Berdoa berharap pada Tuhan menghukum kecongkakan dunia...
Oh... Alam telah murka...
Sanggupkah manusia menahannya?
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
                        Malang, 19 April 2017
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

PUISI Kerinduan Anak Rantau Kepada Kampung Halaman

                     BIARKAN
           Oleh Rekolanus Roli

Biarkan airmata mengalir...
Mengingat bulan yang bersinar terang...
Kala aku merenung dari atap rumah...
Biarkan cahaya terang disini menggodaku...
Tapi, satu keinginanku merasakan kehangatan...
keluarga diseberang sana...
Bukan keinginan belaka hingga aku mengorbankan airmata...
Biarkan nuansa kota menghiburku sejenak...
Melupakan sedikit nuansa desa permai yang kurindukan...
Demi amanah kedua orang tua..
Mencapai tujuan ibarat surga yang di rindukan...
Biarkan hujan rintik-rintik disini...
Menemaniku menatap luar dengan kenangan...
Biarkan kulalui rintangan dan halangan ini...
Demi seonggok cita-cita dan segenggam harapan...
Yang ditanam demi sebuah cahaya masa depan.
               Malang, 09 Februari 2017

Puisi Pinggiran

                      Ditepi Jalan
             Oleh. Rekolanus Roli

Saat ku berjalan menyusuri tepian perkotaan...
Kulihat disekelilingku...
Banyak anak-anak di usia dini yang berkeliaran ditepi jalan mencari rupiah...
Demi sesuap nasi dan segelas air...
Hatiku pilu...Hatiku menjerit melihat semua ini.
Dimana kebijakan pemerintah?...
Akankah anak-anak seperti ini...
Memiliki masa depan yang cerah?...
Tidak....tidak sama sekali!...
Ditepi jalan...
Kulihat...Banyak anak manusia yang menderita.
Anak-anak yang seharusnya...
Duduk dibangku sekolah...
Anak-anak yang seharusnya...Patut diperhatikan....
Kini...Tiada yang peduli...
Begitu miris nasib anak sekecil itu...
Mengarungi hidup seperti seperti roda mati...
                    Lotong, 24 Maret 2015

PUISI KERINDUAN ANAK RANTAU KEPADA KAMPUNG HALAMAN

     KARUMAH (KAngen RUMAH)
             Oleh Rekolanus Roli
Jauh diseberang lautan...
Kutatap namun tiada berujung...
Melamun pikirkan kampung halaman...
Namun tiada jua berlangsung...
Kau berlari dalam otak kecilku...
Terlintas laksana sebuah kereta yang melaju...
Jauh di sebelah gunung yang tinggi...
Aku memantau seraya menitikkan tetesan bening...
Menjadi perantau yang akan tahan banting...
Dengan harap silau cahaya masa depan dapat ku tangkap...
Dengan pedang kuat penahan rindu...
Karumah...
Kangen Rumah diseberang sana...
Yang seolah mengajakku untuk berjuang meraih hasil dalam rantauku...
Karumah...
Kangen Rumah dengan segala suasananya...
Yang membuat rasa rindu semakin mendalam...
Karumah...
Kangen Rumah dengan hasil segala usahaku...
Hingga aku mendapat mimpi yang sempurna...
                         Malang, 18 April 2017

Senin, 17 April 2017

PUISI KREATIVITAS

        KREATIVITAS TANPA BATAS
                Oleh Rekolanus Roli

Dari pagi aku terbangun...
Melihat secercah harapan yang aku capai.
Memulai memutuskan akan hal baru...
Sebelum ku kalkulasikan dengan statistika masa depan...
Seraya ku berlari mengejar waktu...
Aku berteriak dengan nyaring agar menusuk sampai kehati kecilmu.
Hingga kau tau potensi apa dalam dirimu..
Ku mulai menghitung setiap rumus-rumus kesuksesan.
Dengan mencari setiap tata letak perancangan masa cerah.
Aku juga mulai menganalisa keandalan suatu produk kreativitas.
Sehingga sobat tahu, kreativitas tiada batas.
                      Malang, 28 Maret 2017