Mengerti sastra adalah ciri khas penulis kreatif. Puisi adalah caraku menyampaikan rasa ketika mulutku terkunci. Pecinta sastra silahkan baca dan jangan lupa berikan komentar yang membangun agar setiap puisi dalam blog ini semakin baik, harapan kumpulan dalam buku "Antalogi Puisi". Bagi yang ingin membagikan isi dari Blog ini harus diserta tulisan "Disadur dari www.Puisirekolanusroli. blogspot. com " dan dengan tag: #Sastra, #Puisi, dan #Syair #Rekolanus_Roli" Selamat membaca..
Sabtu, 11 Mei 2019
PUISI RINDU UNTUK KENANGAN "HEI SENJA"
Rabu, 17 April 2019
PUISI UNTUK KAMU YANG SEDANG KURINDU "SENJA UNTUK BIDADARI TAK BERSAYAP"
Oleh. Rekolanus Roli
Aku menyukai senja, karena sama seperti kamu...
Meski sebentar datang dan menunggu...
Namun, hangatnya mampu memeluk hingga ke kalbu yang telah menciptakan rindu...
Aku menyukai senja, meski hilang namun muncul kembali.
Karena itu, aku senantiasa menunggumu laksana aku menunggu senja.
Aku menyukai kamu, karena sama seperti senja.
Tidak perlu khawatir akan menghilang, dia bisa datang dan menyapa dengan senyum.
Bangga,,, aku bangga bisa menyapa dan dibalas dengan ramahnya...
Tetaplah menjadi senja yang kurindu.
Aku menunggu hingga waktu berlalu seperti kalbu dan senja sore itu.
=====================
Malang, 14 April 2019
Kamis, 19 Juli 2018
PUISI BUAT HATI YANG TERLUKA
PUISI "TERLUKA"
karya. Rekolanus Roli
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Wahai sang Fajar, sebelum bersinar.
Tolong sampaikan kepada luka.
Jangan pernah datang pada hati ini
Bukan karena apa, tapi...
Karena hati ini sangat rapuh.
Itu buruknya hati ini, takut terluka.
Sehingga tiada kata untuk berdamai dengan rasa.
Lantas...
Harus sampai kapan luka datang tanpa diundang.
Katanya hidup menurut pilihan...
Tapi kenapa aku tidak bisa memilih untuk tidak terluka.
Bukankah itu hanya bahasa kiasan semata.
Tanpa ada makna yang mengartikan keberuntungan.
Bukanlah sebuah pilihan, tapi garis takdir.
Ya, garis traktir untuk terluka. Ataukah...
Sebuah Karma masa lalu.
Ahhh sudahlah...
Jika itu sebuah hobi, maka teruskanlah.
Sampai hati ini benar-benar mati.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Malang, 20 Juli 2018