Kamis, 19 Juli 2018

PUISI BUAT HATI YANG TERLUKA

PUISI "TERLUKA"
karya. Rekolanus Roli
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Wahai sang Fajar, sebelum bersinar.
Tolong sampaikan kepada luka.
Jangan pernah datang pada hati ini
Bukan karena apa, tapi...
Karena hati ini sangat rapuh.

Itu buruknya hati ini, takut terluka.
Sehingga tiada kata untuk berdamai dengan rasa.

Lantas...
Harus sampai kapan luka datang tanpa diundang.
Katanya hidup menurut pilihan...
Tapi kenapa aku tidak bisa memilih untuk tidak terluka.

Bukankah itu hanya bahasa kiasan semata.
Tanpa ada makna yang mengartikan keberuntungan.

Bukanlah sebuah pilihan, tapi garis takdir.
Ya, garis traktir untuk terluka. Ataukah...
Sebuah Karma masa lalu.

Ahhh sudahlah...
Jika itu sebuah hobi, maka teruskanlah.
Sampai hati ini benar-benar mati.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Malang, 20 Juli 2018

Cek 🎯 💠 🔣

Sabtu, 07 Juli 2018

Puisi Tentang Kita

KITA
By. Rekolanus Roli
=============================
ketika kemaren aku sendiri...
dan kamu pun sendiri...
tapi ingat sayang.
sekarang dan seterusnya adalah kita.

setiap keputusanku adalah cara kita.
dimana setiap hal itu bukan sekedar tentang aku.
atau tentang kamu tapi tentang kita.

bagaimana aku adalah jalan kamu...
begitu pula bagaimana kamu adalah jalanku.
hingga jalanku sama dengan jalanmu.
sampai tua bahkan menutup mata.

bukan hendak menduakan sang Tuhan.
tapi ini sudah tulisan tangan-Nya.
untuk aku dan kamu agar menjadi kita.
yang kini terlampir dalam setiap diary kehidupan.
=============================
Malang, 07 Juli 2018

Senin, 02 Juli 2018

Puisi "MEYAKINKAN SANG KEKASIH"

JANGAN RAGU
By. Rekolanus Roli
✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴
jika aku boleh bertanya...
Kepada sang Tuhan.
Beri aku jawaban...
Berapa lama lagi hidup ini.
Hngga aku tahu...
Sampai mana batasan ku untuk percaya.

Jika aku dijinkan bertanya...
Kepada sang wanita.
Beri pula aku jawaban...
Masih ragukah kau dengan hati ini.
Hingga aku tidak menyalahkan takdir.

Boleh kau meragukanku...
Tapi tolong... Jangan ragukan hati ini.
Karena sejujurnya...
Aku lemah dengan keraguan.

Kupercayakan Tuhan.
Penentu Takdirku.
Tapi... Kepadamu ku percayakan pilihan masa depanmu.

Meski tercipta pedih...
Tolong jangan ditambah sembilu.
Karena jujur...
Hati ini tiada bisa menahan pilu.

Wajar bila kau meragukanku...
Lantas, apa arti percayaku?

Kepada sang bulan...
Dikala kau jadi saksi malamku.
Ku ingin bertanya...
Bodohkah aku dimatamu?

Tolong beri aku kejelasan.
Jangan kau ambangkan hati ini.

Keruh...
Aku rasa caramu menilaiku.
Sehingga kamu terlalu buta.
Tiada bisa melihat...
Ada warna yang tercipta.
✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴✴
Malang, 07 Juni 2018

Rabu, 06 Juni 2018

PUISI KETIKA TERINGAT MASA SEKOLAH

PUISI "KERTAS PUTIH"
By. Rekolanus Roli
===========================
Kisahan masa lalu...

Telah terlampir dalam diary.

Tergambar jelas canda tawa yang penuh warna.

Terukir sebuah kesan yang indah.

Kenangan kisah sekolah.

Hanya diingat tak lagi dirasa.

Kugoreskan tinta hitam...

Aku rangkai 1000 kata...

Aku susun ratusan kalimat...

Ku bentuk puisi indah.

Hingga tersyair...

Mengingat kisah lalu.

Terkenang kembali...

Rupa dan warna semua teman.

Teringat lagi...

Senyum dan sabar semua guru.

Aku tulis...

Semua dalam lembaran kertas putih.
===========================
Ketapang, 18 Juni 2016

PUISI SEBUAH ASA TENTANG CINTA

PUISI "ASA CINTA"
By. Rekolanus Roli
===========================
Perihnya kasih luka di hati ini...
Sakit sayang sembilu dibatin ini...
Sayap malaikat ini telah patah.
Tiada bisa menjagamu di kejauhan sana.

Aku disini untuk setia...
Aku Pergi mengejar diri dalam mimpi...

Mungkin lebih 1000 hari...
Tiada kulihat senyum nyata mu...

Adakala aku merasa...
Sebuah cinta timbulkan dusta. sebuah rindu timbulkan luka.

Tolonglah pahami aku...
Seperti aku pahami kamu.

Tunggulah aku...
Seperti aku yang selalu rela menunggumu.

Kulepaskan cinta ini terbang...
Mencari hati yang hilang.
Menyusuri cahaya harapan...

Dan...

Hinggap di dalam penantian.
===========================
Malang, 07 Juni 2018

PUISI DIKALA SUNYI

PUISI "PERAHU"
By. Rekolanus Roli
===========================
Gelombang mulai terasa...

Dikala sore di tengah lautan luas.

Tanpa takut aku bertahan...

Dengan mantap...

Mengayuh dan terus mengayuh...

Meninggalkan hal yang tak pasti.

Tiada gentar hadapi gelombang.

Tiada ku goyah dalam perahu ini.

Perahu... bawa aku dan mimpiku.

Pergi jauh tinggalkan daratan dusta.

Perahu... Anganku telah menjauh...

Meninggalkan aku dan piluku.

Perahu...

Kudayung dikau demi masa depan.
===========================
Ketapang, 19 Juni 2018

Jumat, 01 Juni 2018

PUISI KEGUNDAHAN HATI

PUISI TENANGKAN AKU SAYANG
By. Rekolanus Roli
===========================
Menari indah...
Pena dengan goresan tinta hitam.
Tanpa peduli...
Selembar kertas telah tercoreng.
Maksud jemari tuliskan syair.
Sebagai pengungkap gundahnya hati.

Tapi...
Jiwaku berkata lain...
Aku gundah seakan terkesan lemah.
Sampai...
Aku lupa bagaimana maksud dunia.

Kepada sang Tuhan...
Kusampaikan surat kecil.
Dalam bait sebuah puisi.
Tersirat dan tertulis...
Sebuah kata terima kasih.

Tuhan dengan baiknya...
Menitipkanmu disini.
Disaat aku layu...
Kamu siram aku dengan senyuman.
Kamu rawat dengan sapaan.
Hingga aku berharap lebih.
Kamu tinggal dan tenangkan aku.
Ya, tenangkan aku sayang.
===========================
Malang, 1 Juni 2018

Kamis, 31 Mei 2018

PUISI SEBUAH ALASAN BETAPA KAMU SANGAT BERHARGA

PUISI "JIKA KAMU"
By. Rekolanus Roli
===========================
Jika kamu mulai lemah...
Datanglah padaku...
Meski aku manusia membosankan.
Namun, jika kau mulai kuat...
Pergilah, tinggalkan aku...
Meski aku terluka.

Karena aku terkadang berpikir.
Kamu ragu bertahan...

Jika kamu... Rindu...
Berbaliklah padaku...
Dan...
Lihat aku tersenyum menantimu.
Tanpa menyimpan sedikit pun dendam.

Hanya ada sebuah harapan...
Ya, harapan menopangmu...
Dikala kamu jatuh.

Tapi...
Aku tidak rela jika kamu...
Jatuh cinta pada hati yang lain.

Jika kamu...
Meninggalkan ku kelak.
Bagaimana jawaban dunia.
Dengan...
Aku dan hati ini.

Sayang...
Jika kamu terluka...
Tetaplah tersenyum.
Karena, jujur...
Akulah orang pertama yang terpukul...
Jika melihat kamu terluka.

Jika kamu pergi...
Apa alasanku untuk meyakinkan dunia.
Sedang aku tidak ingin...
Kamu buruk dimata mereka.

Sayang...
Jika aku mati...
Dan meninggalkan sebuah nama.
Lihat dan bacalah... Puisi ini.
Ada tertulis indah namamu.

Jika kamu menangis...
Akan ada luka dalam ragaku.
Meski telah mati...
Tapi naluri tetaplah dalam hati.

Jika kamu...
Melihat tubuhku terbaring kaku.
Lihatlah pula aliran bening dari mataku.
Itulah bukti...
Bahwa aku tiada ingin pergi...
Tanpa meninggalkan kabar.
===========================
Malang, 31 Mei 2018

Selasa, 29 Mei 2018

PUISI UNTUK SEBUAH JANJI

PUISI "SETIA"
By. Rekolanus Roli
===========================
Jika aku boleh bertanya.
Apa arti setia untukmu?
Apakah kau mengartikan...
Hanya sebuah kata?
Atau...
Adakah arti khusus bagimu?

Setia...
Adalah serangkaian huruf yang indah...
Bagai seikat bunga tulip.
Kembang dan mekar, namun...
Rentan layu.

Tapi, setia bagiku...
Hanya ada satu makna...
Yaitu...
Bagaimana aku dan kamu...
Bisa saling menjaga.

Walau kelak...
Akan ada sebuah jarak.
Atau bahkan sebuah masa.
Yang harus memisahkan kita.

Sayang...
Ketahuilah...
Mulai malam ini...
Aku ingin setia itu...
Sebagai pengikat hati kita.
Jangan sampai ada pisau bermata dua.
Yang memutuskan..
Tali kepercayaanmu untukku.

Sekiranya...
Kamu mulai layu...
Sirami kembali dengan puisi ini.
Jangan kau lengah kasih.

Rawatlah...
Jangan ragu...
Aku telah mantap denganmu.

Ingat aku dengan janjiku.
Ingat pula dengan janjimu.

Bukan maksud aku mengekang.
Aku hanya ingin meyakinkanmu.
Bahwa setia itu benar ada.

Sayang...
Apa kamu tahu satu hal?
Bahwa...
Setia itu adalah aku
===========================
Malang, 29 Mei 2018

Sabtu, 26 Mei 2018

PUISI PENGINGAT HATI

PUISI "MAAF"
By. Rekolanus Roli
===========================
Terurai rambut indahmu...
Mengartikan eloknya paras itu.
Paras yang membuatku...
Merasa berdosa.

Kasih...
Maafkan aku...
Yang selalu menghidupkanmu dalam mimpiku.
Serta membangkitkan bayangan tentang kamu disiang bolong.

Maafkan aku sayang...
Yang terlalu erat menggenggam tanganmu.
Hingga kamu tiada bisa beranjak.

Mungkin...
Ini caraku menjagamu.
Agar tidak pergi meninggalkan luka.

Sayang...
Maafkan aku...
Aku terlalu takut jika kelak...
Kamu tinggalkan disini.
Karena...
Jujur dan sejujurnya...
Aku sudah terlalu bosan ditinggalkan.

Sayang...
Maafkan aku sekali lagi.

Ku mohon...
Dengan sangat kepadamu.

Sebagaimana aku mengenalmu.
Segitu pula, kupercayakan hari esok...
Kepada sang Ilahi sebagai jaminan yang Agung.

Sayang...
Jika ada maaf untuk ku...
Tidaklah perlu untuk kau ucap.
Cukuplah kiranya...
Kamu bertahan denganku...
Hingga hidup benar-benar...
Terasa ber-Tuhan

Kasih...
Inilah pintaku...
Kata maaf dari hatimu... Untukku.
===========================
Malang, 27 Mei 2018

PUISI SPESIAL UNTUK YANG TETAP BERTAHAN

PUISI BERTAHAN SATU HATI
By. Rekolanus Roli
===========================
Aku terlalu bodoh...
sehingga tidak tau arti sakit hati.

Tapi...
Aku juga biasa terlalu malas...
Untuk beranjak meninggalkan jejak.

Itulah...
Bukti bahwa aku tercipta untuk menjagamu.
Bukan membebanimu.

Lantas...
Apa tujuan kau tercipta?
Adakah itu untuk ku...

Kau cinta kepada Tuhan...
Tapi aku cemburu...

Aku benci dengan batasan.
Bukan karena jarak...
Bukan pula karena waktu.
Tapi, karena aku cinta kepadamu yang sudah Mulia.

Ahhh...
Sungguh...
Aku ingin...
Aku sama sepertimu...

Hah, Dunia tidak adil dengan takdir.
Sehingga aku hanya bisa diam seribu bahasa.
Meninggalkan tetesan bening yang seperti kenangan.

Kasih...
Jika kita tiada bersama...
Setidaknya aku tetap bisa menyisipkan kamu dalam doa.
Hingga aku bertahan untuk satu hati.
Ya, itulah kamu.
===========================
Malang, 26 Mei 2018

Jumat, 25 Mei 2018

PUISI TAKUT KEHILANGAN KEKASIH

PUISI APAKAH AKU SANGGUP?
By. Rekolanus Roli
===========================
Untuk hati...
Bagaimana kabar janjinya?
Masihkah hanya sebuah aksara?

Tolong...
Kabari otakku...
Masih waraskah dia?

Sejalan detik berlalu...
Ingin ku tahu kabar hatiku.
Yang terasa aku terlalu sayang.
Sehingga asa itu bangkit.

Terbayang aku dengan kata sayang.
Yang dulu ada dari kata cinta...
Meski kini terasa tinggal dusta.

Untuk hati...
Tanyakan padamu sendiri.
Apakah Ku Sanggup melepasmu kelak?
Jujur dan sejujurnya...
Aku tak sanggup, jika Kelak kamu pergi dengannya.

Untuk hati...
Bisakah kau bertahan untukku...
Menjaga Harapan suciku?

Untuk hati...
Apakah aku sanggup terluka?

Dari hati...
Apa jawabnya? Jika...
Sempurna itu bukan aku.

Kepada hati...
Aku hanya insan biasa...
Bisakah kau bertahan denganku.
Denganku yang terlalu jauh...
Meletakkan kisah kita di masa depan.

Untuk hati...
Kau jauh maupun dekat...
Tetap kupercayakan harapanku.

Jagalah itu...
Jangan kau campakkan.

Untuk hati...
Sudahkah kau jujur?

Jika sudah... Aku bersyukur kepada Sang Tuhan...
Yang telah baik membukakan mulutmu.

Namun, jika sebaliknya...
Aku mohon kepada Sang Tuhan...
Agar meluluhkan hati untuk bicara.

Hingga aku bisa bertanya...
Apakah aku sanggup terluka?
===========================
Malang, 25 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018

PUISI KETAKUTAN LAKI-LAKI DENGAN CINTA KEPADA WANITA

PUISI AKU TAKUT KAMU MENGHILANG
By. Rekolanus Roli
===========================
Sayang...
Malam ini aku mimpi tentang kamu.
Kau ucap kata perpisahan.
Tapi, aku tiada bisa berkata.
Entah, karena aku terlalu cinta atau terlalu lugu.

Sayang...
Bahkan pagi ini aku membayangkan tentang kamu.
Tentang kamu yang membuat napas ini berhenti berhembus.
Seolah aku tiada bisa hidup tanpamu.

Sayang...
Matikan bara jika kamu tidak ingin api ini menyala.
Siramlah, jangan kamu acuhkan.
Karena akan terlalu sakit bagiku.
Jika kamu pergi dan tak kembali.
Sedang hati sudah terlalu percaya dengan cinta.

Sayang...
Sejujurnya...
Aku tiada takut gelapnya malam.
Aku tiada takut terangnya siang.
Tapi aku takut jika kelak kamu menghilang.
Meninggalkan bara yang belum kamu matikan.

Sayang...
Aku takut...
Kamu menghilang dan tinggalkan janji yang tiada tertepati.
===========================
Malang, 24 Mei 2018

Minggu, 20 Mei 2018

PUISI MEMORIES MASA LALU

PUISI KENANGAN DILANGIT PAGI
By. Rekolanus Roli
===========================
Pena mulai menari...
Menggoreskan tinta hitam.
Diatas selembar kertas kenangan.

Meski sang fajar baru bersinar.
Namun, uluran cahaya sudah benderang.
Membawa secercah kenangan pagi.
Kenangan yang tidak meninggalkan luka.

Tepatnya tidak meninggalkan luka lama.
Namun, membuat luka baru tergores dan menyisakan sebuah harapan.
Harapan yang tak kunjung datang.

Sepedih hidup, seperih rasa.
Itulah kisah hati kala itu.

Kala itu berlari, katanya mengejar mimpi.
Mimpi untuk meninggalkanku.
Meninggalkan raga tanpa cinta.

Terkadang ingin kuteriakan telingamu sayang.
Agar kau tahu bahwa setiap pagi.
Ada sebuah kenangan yang seakan membunuhku.

Membunuh harapanku yang tersisa bersama bayangan dusta.
===========================
Malang, 21 Mei 2018

PUISI PERPISAHAN

PUISI SAMPAI JUMPA
By. Rekolanus Roli
===========================
Sempat ku bertanya...
Kenapa harus ada akhir?
Kenapa harus ada perpisahan?
Kenapa? Kenapa? Dan kenapa?

Ahhh... Hidup terlalu tak adil untukku.

Aku bahagia berjumpa dengan sahabat.
Yang semula tidak saling kenal.
Yang tidak ada ikatan.

Tapi, status mempertemukan kita.
Sampai kita ada ikatan.

Ikatan persahabatan.

Ikatan yang tidak ada kata luka.

Sahabat...
Teruslah kejar mimpimu...
Bertarunglah didunia yang jahat Ini.
Jangan sampai kau goyah.
Bila kau hendak jatuh, ingatlah ada aku.

Yah, begitulah katanya kita.

Tapi status pula yang akhirnya memisahkan kita.
Kau telah kembali dan aku masih berjuang disini.

Kembalilah...
Gunakan kata suksesmu.

Kan kutunggu...
Kau bercerita meski sekedar lewat suara.

Sampai jumpa sahabat.
Sampai waktu yang tidak kita ketahui.
===========================
Malang, 21 Mei 2018

PUISI UNTUK KOTAKU

PUISI PESONA KOTA KECILKU
By. Rekolanus Roli
===========================
Terlintas dalam benakku...
Gambaran hebat dari kota kecilku.
Usia mudanya tiada seberapa.
Tapi, manusia terus menempanya.

Kota kecilku...
Kau indah... Kau gagah...
Hanya saja, manusianya serakah.

Kemarin kau adalah sebuah desa.
Namun, sang Tuhan sedang berbaik hati.
Kini kau kota kecil yang masih muda.

Akan kutunggu kabar baik anak cucuku kelak.
Kota kecilku menjadi kota tua yang penuh tawa.

Gemerlap lampu hiasi kota kecilku.
Meski kau terkesan tidak maju.
Tapi tak sedikit pun kau layu.
Dan tetap seperti kota kecil yang ayu.

Kota kecilku...
Pesonamu membukakan mata hatiku.
Yang dahulu tidak ada sedikit pun mimpi.
Kini, kota kecil menjadikan mimpi itu nyata.

Suksesku untuk kota kecilku.
Untuk generasiku.

Kota kecilku...
Pesonamu membuat seisi dunia cemburu.
Kau bahkan sering jadi buah bibir penggila keindahan.

Kota kecilku...
Kau kutinggalkan dengan pesona indahmu.

Tunggu suksesku...
Membawa baju baru bagimu.

Sehingga ibu pertiwi...
Tersenyum lebar dengan pesonamu.
===========================
Malang, 21 Mei 2018

PUISI PUJIAN KEPADA SANG WANITA

PUISI PARASMU
By. Rekolanus Roli
===========================
Indahnya Senandung puisi ini membawaku mengenal anggunnya parasmu malam ini.

Sayang...
Entah, mengapa paras indahmu... membuatku takut...
takut akan hal yang tidak terjadi. lebih tepatnya..
Aku takut kehilanganmu.

Parasmu...
Hadir di setiap malamku, di setiap lamunanku.

Parasmu...
Membuatku mengerti arti mencintai. Bukan arti menyukai.

sayang...

Parasmu...
mengajarkanku menghargai sebuah senyuman...
Senyuman yang semakin bersinar, Laksana mentari esok hari...
sayang tetaplah pada paras indah.. Yang kurindukan malam ini.
===========================
Malang, 20 Mei 2018

Jumat, 18 Mei 2018

PUISI LEMBARAN BARU

PUISI LEMBARAN BARU
By. Rekolanus Roli
===========================
Tanpa sengaja...
Kutemukan sebuah buku usang.
Kucoba...
Buka lembar demi lembar.
Ku baca kata awal, tertulis indah namamu disitu.

Entah dengan sengaja atau tanpa sengaja...
Kala itu jemariku dengan bangga menulis namamu sebagai kata awal buku itu.

Kala itu pula aku tersenyum manis...
Ketika mengingat senyum manismu.

Terkesan miris...
Ketika kisah kita berakhir dengan luka.

Meski kala itu aku melepasmu dengan senyum.
Tapi... Ketahuilah bahwa hatiku masih menangis.

Menangis mengingat kisah kita telah berakhir.
Bukan berarti aku benci kepadamu.

Sebagai bukti untukmu kasih...
Ketika kau kembali lagi disini.
Aku dengan senyum pula menerima kamu.

Tapi, bukan sebagai kekasih...

Aku telah menemukan dia yang telah berusaha menutup luka ini.

Meski kadang dia juga yang membuka penutup itu.

Tapi... Setidaknya kamu tahu kasih.
Dia sungguh luarbiasa.

Dia membuatku tahu arti sebuah kebahagiaan.

Dan kuharap...
Kamu juga menemukan dia yang tidak seperti aku.
Yang terlalu lemah dan sangat lemah.

Sehingga kita sama-sama...
Memiliki sebuah harapan yang akan diperjuangkan.

Dalam kisah usang...
Aku dan kamu adalah lembaran baru.

Tapi, dalam lembaran baru ini aku dan kamu hanyalah kisah usang.

Sampai jumpa kasih...
Dimasa depan, dan di lembaran baru.
===========================
Malang, 19 Mei 2018

PUISI BUAT YANG LAGI DIHATI

PUISI JADILAH WANITAKU
By. Rekolanus Roli
===========================
Berjuta kata...
Kurangkai untuk utara  maksud jiwaku...
Beribu lembar tertulis tanpa makna...
makna yang Kuharap...
kamu sebagai awal kata...

tapi aku terlalu lugu...
Seakan hatiku mulai membatu...

Kasih... Adakah ketulusanku, kamu terima dengan hati.

Sayang, kapankah aku bisa jujur dengan hati.
Bahwa aku amat sangat takut kamu pergi.

Meski kamu anggap sebuah candaan.
Tapi kuingin meyakinkan hati.
Agar kau tahu bahwa ada rahasia indah.
Yang kusimpan...
Untukmu.

Sebuah rahasia hati...
Hati yang mengharapkan kamu.

Ya, kamu...

Meski dengan sedikit malu...
Kuberusaha untuk jujur.

Sayang....
"Jadilah wanitaku" malam ini...
Sampai lembaran kita tertutup.
===========================
Malang, 18 Mei 2018

PUISI CINTA KEYAKINAN HATI

PUISI BILA CINTA BENAR ADA, KEMBALI DAN BERTAHANLAH DENGANKU
By. Rekolanus Roli
===========================
Kasih...
Bila kau rindu rumah...
Menangislah dalam pelukku...
Agar aku menjadi laki-laki yang berguna untukmu sepanjang jalan ceritamu.

Sayang...
Datanglah ke pelukanku jika kamu mulai lemah...
Tapi, Pergilah dari pelukku jika kau sudah mulai kuat.

Karena sayapku mungkin bisa goyah bila melihat tawamu dikekang olehku.

Kasih...
Aku adalah manusia yang punya berjuta kata rahasia.
Yang mungkin suatu saat akan membuatmu bosan
Dan, itulah yang kutakuti...

Sayang...
Masih kuatkah bendungan itu menahan air matamu?
Jika sudah rapuh...
Datanglah kepadaku...
Akan ku kuatkan itu dengan senyum lebar di bibirmu...
===========================
Malang, 18 Mei 2018

Selasa, 15 Mei 2018

PUISI TENTANG JERITAN HATI LAKI-LAKI

PUISI RAPUH
By. Rekolanus Roli
===========================
Berjuta kata...
Aku rangkai demi lampiaskan ceritaku.

Beribu makna...
Kusampaikan demi kejelasan kisah kita.

Ini bukan kisah cinta.
Tapi... Kisah pilu...
Dari laki-laki yang rapuh.

Laki-laki dengan keegoan.
Bukan laki-laki perayu...
Lebih tepat laki-laki yang layu.

Meski terkesan kokoh.
Tapi... Ketahuilah...
Akarnya mulai membusuk.
Tinggal menunggu terpaan angin sepoi-sepoi menumbangkannya.

Rapuh...
Adalah hatiku ketika itu.

Tiada maksud lain...
Aku hanya menjadi sepentil kisah
Yang kian lama, kian tiada terlihat.

Hah...

Rapuh...
Akulah sepantasnya itu.
Bukan kamu...
Bukan dia...
Bukan pula mereka.

Dalam kisah buku yang usang.
Aku tertulis...
Tapi... Hanya pelengkap cerita.
Bahkan... Jika selembar dikoyakan...
Masih terkesan sempurna untuk dibaca.

Rapuh...
Adalah jiwaku...
Kala melihat setetes bening keluar dari matamu.
Mendengar isakan mu yang semakin sendu.

Rapuh...
Adalah kisah, dari laki-laki yang tiada arti.
===========================
Malang, 15 Mei 2018

Senin, 14 Mei 2018

PUISI UNTUK MENENTUKAN PILIHAN

PUISI SUNRISE ATAU SUNSET
By. Rekolanus Roli
===========================
Jika kau ingin aku memilih...
Sunrise atau sunset?

Ketahuilah kasih...
Bahwa... Aku tidak ingin memilih keduanya.

Terlalu sakit menimbulkan harapan bersamamu, laksana sunrise yang dinanti.
Tapi, aku juga benci...
Kepada sunset yang dengan mudahnya mengubah harapan menjadi sebuah mimpi belaka.

Terlihat indah awalku melihatnya.
Tapi, pada akhirnya...
Sunset meninggalkan kegelapan dan menciptakan kekelaman.

Ya... Menciptakan kekelaman...

Sunrise...

Sunset...

Keduanya indah pada saat pertama.
Tapi, menciptakan harapan semu.
Membutakan hati dengan kelamnya malam gelap.

Sunrise atau Sunset?

Bukan Sunrise...
Bukan pula Sunset...

Aku memilih diam...

Karena...
Walau dalam pekat malam, aku ingin  memilih Sunrise...

Tapi, dalam terangnya siang, aku ingin memilih Sunset...

Dan...
Kini semakin terasa...
Sebuah pilihan tanpa jawaban.

Ahhh... Sudahlah...

Tanyakan lagi...

Sunrise atau Sunset?
===========================
Malang, 14 Mei 2018

PUISI KEBANGSAAN

PUISI BAKTI BAGI NEGERI YANG MATI
By. Rekolanus Roli
===========================
Perjuanganku...
Mengisi hari merdeka ini.
Memenuhi cawan harapan undang-undang.
Melarutkan masa dalam buai mimpi.

Darah juangku adalah berkarya.
Bukan hanya bicara semata.
Berkarya bukan dengan tahta.
Bukan pula hanya dengan sebuah kata.
Tapi, dengan CINTA dan jiwa yang MEMBARA.
Ya, jiwa yang membara...
Untuk sebuah bakti.
Sebuah bakti yang dijunjung tinggi.
Sebuah bakti yang tiada mati.
Tapi, semakin terpatri.
Meski...
Dalam negeri yang hampir meninggalkan nama.

Hingga, darah juangku...
Telah penuh dengan bakti...
Bagi negeri yang telah mati.
===========================
Malang, 14 Mei 2018

PUISI BERLAWANAN ARAH

PUISI BERLAWANAN ARAH
By. Rekolanus Roli
===========================
Kau bilang, aku adalah kenangan.
Kenangan yang seakan telah mati.
Kenangan yang kau sebut meninggalkan luka.
Kau bahkan juga bilang, aku adalah lembaran usang.
Yang sepantasnya dibuang.
Dibuang dengan remasan-remasan kebusukan janji.

Tapi...
Aku merasa... aku adalah korban dari kenanganmu.
Korbang yang telah tercabik hatinya.
Korban yang sepantasnya disayang...
Bukan dibuang...

Entahlah...
Bagaimana jalan pikiranmu?
Siapa korban, siapa pelaku?
Tapi, yang pasti luka telah tergores dihati ini.

Kudambakan perlakuan sayangmu.
Tapi...
Kudapatkan diriku dalam lembaran kenanganmu.

Aku bukan yang kamu maksudkan?

Ahh...
Aku terlalu lugu untuk meyakinkan hati.
Sedang kita tidak sejalan...
Dan...
Hanya berlawanan arah.
===========================
Malang, 14 Mei 2018

Selasa, 16 Januari 2018

Puisi Kebangsaan

Halo halo hai.... Hai hai halo...  Pada postingan kali ini gua mau berbagi satu puisi kebangsaan yang berjudul SAKTIMU, dimana pada puisi ini memiliki makna bahwa sebuah perjuangan pahlawan proklamator kita Ir. Soekarno yang telah mengantarkan kita pada pintu gerbang kemerdekaan saat ini. Okay sekian pengantarnya selamat membaca. Oh ya satu lagi jangan lupa subcribe blog ini agar bisa berkembang lebih wow lagi... Sebelumnya terima kasih...
Selamat membaca... Saktimu buah pena Rekolanus Roli:


Saktimu
Oleh. Rekolanus Roli
Terbayangku sepuluh tahun yang lalu.
Menjerit hati terdengar pilu.
Tergores pula luka sembilu.
Mengenang derita yang tak kenal bulu.
Terdiam, tersandar dan terpaku.
Tiada lagi masa aku berlaku.
Terbacaku untuk sebuah buku.
Tercairkan semangat dari yang beku.
Ada kala bayangan semu.
Tiada lagi seperti yang dulu.
Teringatku akan saktimu.
Membangun negeri tanpa jemu.
Malang, Januari 2018
Baca juga: Puisi-puisi karya buah pena Rekolanus Roli yang lainnya dan jangan lupa kunjungi blog dari gua yang lainnya ya di sini