PUISI LEMBARAN BARU
By. Rekolanus Roli
===========================
Tanpa sengaja...
Kutemukan sebuah buku usang.
Kucoba...
Buka lembar demi lembar.
Ku baca kata awal, tertulis indah namamu disitu.
Entah dengan sengaja atau tanpa sengaja...
Kala itu jemariku dengan bangga menulis namamu sebagai kata awal buku itu.
Kala itu pula aku tersenyum manis...
Ketika mengingat senyum manismu.
Terkesan miris...
Ketika kisah kita berakhir dengan luka.
Meski kala itu aku melepasmu dengan senyum.
Tapi... Ketahuilah bahwa hatiku masih menangis.
Menangis mengingat kisah kita telah berakhir.
Bukan berarti aku benci kepadamu.
Sebagai bukti untukmu kasih...
Ketika kau kembali lagi disini.
Aku dengan senyum pula menerima kamu.
Tapi, bukan sebagai kekasih...
Aku telah menemukan dia yang telah berusaha menutup luka ini.
Meski kadang dia juga yang membuka penutup itu.
Tapi... Setidaknya kamu tahu kasih.
Dia sungguh luarbiasa.
Dia membuatku tahu arti sebuah kebahagiaan.
Dan kuharap...
Kamu juga menemukan dia yang tidak seperti aku.
Yang terlalu lemah dan sangat lemah.
Sehingga kita sama-sama...
Memiliki sebuah harapan yang akan diperjuangkan.
Dalam kisah usang...
Aku dan kamu adalah lembaran baru.
Tapi, dalam lembaran baru ini aku dan kamu hanyalah kisah usang.
Sampai jumpa kasih...
Dimasa depan, dan di lembaran baru.
===========================
Malang, 19 Mei 2018
Bagus alur menarik namun ada sesuatu yang kurang mengigit
BalasHapus